Selamat datang di Unhan RI Press
Login
Teknologi Energi Baru Terbarukan: "Avaliability, Acceptability, Affordability, Accessibility and Sustainability"
Judul
:
Teknologi Energi Baru Terbarukan: "Avaliability, Acceptability, Affordability, Accessibility and Sustainability"
Penulis
:
Nugoho Adi Sasongko, Agus Winarna, Suwarno, dkk
Penerbit
:
UNHAN RI PRESS
ISBN
:
978-623-5885-74-2
E-ISBN
:
-
Halaman
:
359
Tahun Terbit
:
2024
Penyunting
:
Sri Murtiana & Frely Rahmawati
Tata Letak
:
-
Desain Cover
:
M. Fatchur Rozi & M. Agung Hardiyanto
Abstrak
:
Sumber energi minyak atau BBM masih menjadi sumber energi yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan porsi 52,50%. Hal ini menjadi konsentrasi yang paling diutamakan oleh Pemerintah agar penggunaan bahan bakar minyak dapat dikurangi. Upaya pengembangan energi terbarukan menjadi jawaban yang sangat tepat untuk menjawab upaya mewujudkan energi terbarukan. Adanya energi terbarukan secara langsung akan menjaga lingkungan dan mengurangi polusi dan tentu saja tidak perlu dilakukan eksplorasi dan eksploitasi lingkungan secara besar besaran untuk mendapatkan energinya. Indonesia juga sangat konsen terhadap pengembangan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Terbukti pada Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Peraturan Presiden No. 22 tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) memiliki target penggunaan EBT pada tahun 2025 dan 2050 masing masing sebesar 23% dan 31% dari total kebutuhan energi nasional. Adapun jenis energi terbarukan yang potensinya dinilai besar di Indonesia yaitu energi angin, air, matahari (surya), nuklir, arus laut, biomassa, dan sampah. Setiap tenaga primer tersebut kemudian dikembangkan dengan pembangkit yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tetapi dengan tujuan yang sama yaitu mengurangi gas CO2 yang menjadi salah satu limbah terbesar yang ada saat ini. Efisiensi energi selalu menjadi fokus penelitian yang dilakukan beberapa peneliti saat ini. Dalam hal transisi spesifik dari batu bara ke sumber energi alternatif, menyelidiki Amerika Serikat sebagai negara studi kasus yang menghentikan batu bara demi alternatif terbarukan. Temuannya menunjukkan bahwa penghentian batubara menawarkan peluang untuk beralih ke pembangkit EBT akan meningkatkan ketahanan sekaligus mengurangi emisi dengan biaya lebih rendah.